Dewi Prasetyawati. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

"SUAKA MARGASATWA MUARA ANGKE"



Pada tanggal 7 April 2012, kami keluarga TEXAS melaksanakan kunjungan ke daerah perlindungan satwa liar yaitu “SUAKA MARGA SATWA MUARA ANGKE”. Suaka margasatwa muara angke merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa di mana habitat dan kelangsungan hidupnya perlu dibina dan dijaga oleh kita. Suatu kawasan konservasi yang ditujukan sebagai daerah perlindungan satwa liar dan keanekaragaman hayati yang ada didalamnya. Tempat ini juga dikembangkan untuk tujuan penelitian, pendidikan, dan wisata. Saat saya dan teman-teman berkunjung juga ada pengunjung yang sedang melakukan foto prewedding. Beberapa alasan yang saya tanyakan kepada pengunjung yang sedang berada disana, mereka menjawab untuk melakukan observasi, ada yang hanya ingin belajar saja seperti yang dilakukan oleh anak-anak SMA yang saya temui disana.
Muara angke termasuk dalam wilayah Kelurahan Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan Kota Administrasi Jakarta Utara. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa disebelah utara, sungai Muara Angke dan perkampungan nelayan Muara Angke berada disebelah timur, PT. Mandara Permai, Pantai Indah Kapuk berada disebelah selatan, dan Hutan Angke Kapuk berada disebelah Barat.
Untuk berkunjung kesini kita mesti mendapatkan izin terlebih dahulu dari Departemen Kehutanan – Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam – Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta – Jl.Salemba Raya No.9 Jakarta Pusat, Telp. : 021-3908771 / 3158142 . Semoga Taman Suaka Margasatwa Muara Angke ini tetap bertahan, bahkan bertambah luas areanya, walaupun keberadaan Muara Angke akan membuat iri para pengembang perumahan yang ada sekitar Muara Angke.

Status hukumnya ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.667/Kpts-II/1995 sebagai cagar alam dengan luas 25,02 Ha. Perubahan fungsi hutan dari Cagar Alam Muara Angke menjadi Suaka Marga Satwa seluas 25,02 Ha pada tangga;l 26 November 1998 dengan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No.755/Kpts-II/1998.
Untuk sampai ke kawasan ini paling mudah lewat tol dalam kota Jakarta, keluar tol di Pluit. Ikuti jalan melintasi Mega Mal Pluit, lurus hingga masuk Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen, belok kiri masuk Pantai Indah Kapuk, setelah menyebrang jembatan sekitar 50 m dari gerbang, sebelah kanan adalah Suaka Marga Satwa Muara Angke. Mobil/motor bisa parir di komplek ruko Mediterania Niaga, berseberangan dengan Muara Angke. Mudah kan… J
Setelah sampai sana kami masuk kedalam kawasan ini dan langsung mendapatkan sambutan hangat dari lingkunagn sana, seperti kicauan burung yang masih asri, suasana yang damai dan masih segar, dan moyet-monyet yang bergelantungan di pohon terlihat dari kejauhan. Saya sangat merasa nyaman saat sudah sampai disana, tempatnya sangat cocok untuk belajar karena suasana yang tenang itu membuat saya ingin bermain-main bersama satwa yang tinggal di kawasan ini.
Meskipun sedikit licin karena kondisi lingkungan yang baru saja hujan saya berjalan dengan hati-hati sambil memperhatikan keadaan sekeliling saya di jalan setapak yang saya lewati. Saya berjalan lebih dulu dibanding teman-teman yang lain. Saya penasaran sekali bisa mencapai ujung jalan setapak ini, maka dari itu saya tidak sabar dan berjalan lebih dahulu dibanding yang lain. Teman-teman yang lain sedang asik berfoto-foto di awal perjalanan dan mereka menunggu Bapak Resijati Warsito selaku Polisi Hutan Kawasan tersebut sekaligus menjadi pemandu kami saat perjalanan, karena belum datang, mungkin kami yang terlalu pagi datang kesana, tapi tak apa karena suasana segarlah yang kami cari.
Pada awalnya saya belum seberapa menemukan hal-hal yang menarik, hanya papan-papan tulisan keterangan satwa disana dan papan petunjuk yang saya lihat. Tak lama kemudian saya menemukan seperti danau yang sangat luas yaitu muara yang menhempas luas di kanan dan kiri saya. Jalan setapak dengan panjang 800m yang sudah mulai rapuh dan bebarapa kali saya temukan jalan yang sudah patah. Terkadang juga jalan tersebut saya rasakan miring ke kanan dan ke kiri yang lumayan extrim dan menantang, apalagi kalau sudah hamper ke ujung makin menantang lagi. Tapi semua itu terbayar saat aku, lutfi dan grace bertemu dengan monyet-monyet yang menghampiri kami. Segerombolan monyet itu benar-benar masih liar dan masih kurang terdidik, tidak seperti di kebun binatang yang kita biasa temui, yang masih jinak, maka dari itu saya sangat berhati-hati saat monyet-monyet itu menhampiri kami. Awalnya si mereka seperti menghalangi perjalanan kami, tapi setelah mereka tahu kami membawa makanan, dan saya member roti yang saya bawa, mereka menjadi sangat bersahabat, bahkan kami seperti dikawal oleh segerombol monyet itu sampai pada ujung jalan setapak yang kami lewati. Saya merasa sangat beruntung karena bisa berkumpul bebas bersama satwa di kawasan ini.
Setelah puas berfoto-foto di ujung jalan, saya bersama lutfi dan grace ingin kembali tiba-tiba lutfi menemukan ular yang lumayan besar, yaitu salah satu satwa yang tinggal di kawasan ini. Wow, bukannya takut tapi kami malah senang karena hanya kami bertiga yang bisa menemukan ular itu.
Saat kami hendak kembali dan menghampiri teman-teman yang lain, tak lama kami melihat teman-teman TEXAS, meraka berjalan bersama dengan pemandu. Lalu kami buru-buru menghampiri mereka karena banyak sekali pertanyaan yang saya ingin tanyakan kepada Pak Jati selaku pemandu kami.
Kami pun berjalan bersama sekaligus saya ajukan beberapa pertanyaan seperti apa saja si species yang ada disini? trus apa si hambatan-hambatan dalam pengelolaan kawasan ini?  mengapa fasilitas jalan mulai rusak? Apa tidak ada perbaikan dari pemerintah? Sebetulnya berapa lama jangka waktu perbaikan fasilitas di kawasan tersebut? Dan yang terakhir kenapa disini banyak sampah, padahal sepanjang jalan setapak banyak sekali kotak sampah yang sudah disiapkan?
Beliau pun menjawab pertanyaan saya satu per satu dengan perlahan dan sambil menjelaskan kepada yang lain.
Banyak sekali jenis fauna yang tinggal di kawasan ini seperti jenis fauna (mamalia) meliputi monyet ekor panjang (Macaca Fascilularis), berang-berang (Aonix Cinerea) dan tikus. Sedangkan jenis reptilian yaitu biawak, ular sanca, ular welang, ular cobra, ular kadut, ular cincin, ular daun. Monyet ekor panjang cukup banyak, meskipun bukan monyet asli mangrove sini, monyet-monyet berasal dari peliharaan penduduk sekitar yang lepas lalu beranak pinak di kawasan ini. Hati-hati bila membawa makanan yang tidak dibungkus rapat, karena monyet-monyet ini tidak segan mencopet makanan dari tas. Mereka hidup berkelompok hngga belasan ekor yang terdiri dari beberapa jantan dan betina. Saya juga beberapa kali menemukan monyet yang masih bayi. Monyet-monyet memakan dedaunan muda dan buah-buahan hutan bakau seperti buah pidada yang sangat banyak tumbuh di kawasan ini.
Satwa yang menjadi dominan di kawasan ini adalah burung. Keanekaragaman burung cukup besar, terdapat 81 jenis (17 jenis dilindungi, 10 jenis migran, 50 jenis burung menetap, 4 jenis burung introduksi). Jenis burung yang sering ditemui diantaranya Caladi Ulam (Picoides macei), burung madu (Nectarinia jugularis),  cerukcuk (Pycnonotos goiavier), Kuntul (Egretta spp) dan lain-lain.
Tumbuhan yang ada disini, pohon Pidada (Sonneratia caseolaris), pohon Beringin (Ficus Microcarpa), nipah (Nypa fructicans), Pohon Api-api (Avicennia Marina), bakau-bakau (Rhizophora mucronata). Pohon Ketapang (Terminalia Cattapa), Pohon Cemara (Casuarina equisetifolia), waru (Hibiscus tiliaceus) dan Buta-buta (Excoecaria Agallocha).
Hambatan-hambatan dalam pengelolaan yaitu sampah yang sulit di bersihkan karena setiap banjir pasto sampah dari hulu sungai larinya ke kawasan ini, benar juga si karena saya pun menemukan ada kasur bisa sampai kesini, mungkin benar tadi itu ya karena banjir, dan juga pengunjung yang terkadang susah untuk diberitahu bahwa ini kawasan yang tidak sembarang orang bisa masuk tanpa ijin, dan terbatasnya sumber daya manusia untuk mengelola kawasan ini.
Seharusnya kawasan ini mendapatkan perbaikan setahun sekali, tetapi karena satu dan lain hal program itu belum terlaksanakan sepenuhnya. Sehingga mengakibatkan jembatan 800m ini banyak yang sudah mulai rusak. Dan sebentar lagi akan dilaksanakan perbaikan. Itulah jawaban yang saya peroleh dari pemandu kami.
Suaka Margasatwa Muara Angke sebagai kawasan perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, mempunyai manfaat:
1.      Habitat berbagai satwa
2.      Pelestarian alam
3.      Konservasi lingkungan
4.      Menciptakan iklim mikro yang nyaman
5.      Pendidikan, penelitian dan pengembangan
6.      Rekreasi dan wisata.


himbauan untuk membuang sampah pada tempat yang suudah disediakan


baground pohon beringin yang ada di kawasan


papan informasi satwa


jembatan sepanjang 800 m 


papan informasi satwa


papan informasi pencemaran sungai


papan informasi tanaman


papan informasi satwa














pegangan jembatan yang mulai rapuh


jembatan yang mulai miring






bermain bersama satwa liar




ujung jembatan






ular yang kami temui


foto bersama penjaga






Sekian informasi yang bisa saya sampaikan, semoga kita semua bisa tetap menjaga lingkungan disekitar kita untuk mencapai kehidupan dunia yang lebih baik lagi. ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indogreen Forestry Expo



            Kemarin pada hari kamis, 5 april 2012 aku bersama keluarga TEXAS berkunjung ke Pameran “The 4th  Indogreen Forestry Expo 2012” di Jakarta Convention Center (JCC).
Indogreen Forestry Expo adalah pameran kehutanan terbesar di Indonesia yang terselenggara sejak tahun 2009, menampilkan potensi yang sangat pada sektor kehutanan, pengelolaan, pemanfaatan, dan pelestarian hutan, hasil hutan baik kayu maupun non kayu, produk olahannya dan peralatan pemanfaatna hutan. Pameran ini juga mensosialisasikan program dan tindakan nyata pemerintah dan pihak swasta dalam melaksanakan pembanguna hutan berkelanjutan termasuk reklamasi hutan dan lahan bekas tambang.
            Indogreen forestry Expo mengusung tema“Green Growth Economy Toward 2020”.  Tema ini diambil dengan tujuan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa dengan konsep Green Growth Economy Toward 2020, kita berkomitmen untuk mengelola, melestarikan, manfaat hutan dan memperbaiki ekosistem kawasan lingkungan hidup, dengan keberpihakan kepada rakyat mengelola hutan secara berkeadilan. Di mana hal ini sesuai dengan komitmen Presiden untuk menurunkan Gas Rumah Kaca sebesar 26% dengan upaya sendiri atau sampai 41% dengan dukungan internasional, serta upaya pertumbuhan ekonomi sebesar 7% per tahun. Selain sebagai ajang promosi investasi di sektor kehutanan khususnya dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat dan penggunaan serta pemanfaatan hutan untuk sektor perkebunan, pertambangan, dan migas, pameran ini juga merupakan media pengayaan pengetahuan tentang pengelolaan hutan, penambah informasi yang sekaligus menjadi arena hiburan yang bernilai pengetahuan.
            Disana kami berkunjung ke berbagai stand yang ada di pameran tersebut, selain itu kami melihat Talkshow dengan narasumber yang sangat luar biasa. Pada talk show yang pertama menteri Kehutanan Republik Indonesia yaitu Bapak Zulkifli Hasan berdialog dengan kami dan kumpulan sahabat alam yang menjadi tamu undangan di talkshow tersebut. Yang kedua talkshow ekonomi hijau dan cinta produk Indonesia dengan pembicara Dr. Hadi Daryanto sekjen Kementrian Kehutanan, Bapak Nunu Supriyanto dari UGM, dan Ibu Diah Raharjo dari Organisasi Kehati. Talkshow ketiga bertemakan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya gaharu dan sutera dengan pembicara atau narasumber Dra. Lincah Andadari, MSi. dari Tim Sutera Badan Litbang Kehutanan, Ibu Luciasih Agustini, Bapak Tatang Gozali, Bapak Mulyono, dan Bapak Ramzi Salim. Dan Talkshow yang terakhir bertemakan Bisnis Meeting untung berlimpah dari madu, herba, makanan dan produk hutan non kayu.
            Di talkshow yang pertama Bapak Menteri kita menyampaikan berbagai pesannya untuk kita semua dan untuk anak-anak Indonesia. Beliau berkata “Kita patut bersyukur bahwa kita semua dapat menghirup udara setiap hari. Kita kadang lupa dari mana udara berasal, padahal udara itu kan berasal dari pohon-pohon yang tumbuh di sekitar kita. Tanpa pohon kita tidak bisa hidup karena pohon menghasilkan oksigen yang kita hirup. Pohon juga menghasilkan makanan, obat-obatan, dan air minum bagi tubuh kita.”
            “Kita juga harus bersyukur karena Negeri Indonesia yang kita cintai ini memiliki 130 juta hektar lebih hutan yang menjulur luas ke seluruh daerah di Indonesia. Hutan kita jenisnya hutan tropika, yaitu hutan yang terletak di daerah tropis. Pohon hutan kita, besar-besar dan berdaun hijau. Luas hutan Indonesia adalah terbesar ketiga di Bumi tercinta kita ini, setelah Negara Brazil dan Zaire.”
            “Pohon hutan kita menghasilkan banyak sekali oksigen unuk dihirup mahluk hidup seperti manusia, hewan peliharaan rumah kita, dll. Demikian juga ketika terik matahari, tentu kita nyaman berteduh dibawah pohon karena kesejukan itu member pelajaran kalau hutan ditebang maka akan menyebabkan pemanasan global. Tapi sayangnya banyak sekali hutan kita yang sudah mulai diebang dan sudah mulai rusak. Padahal, hutan Indonesia punya banyak harta karun huan yang belum terungkap. Harta rahasia itu berupa keanekaragaman hewan dan tumbuhan yang sangat bermanfaa bagi kita.”
            “Indonesia sampai mendapat julukan Negara Mega Biodiversity karena kekayaan keanekaragaman hewan dan tumbuhannya. Harta hutan Indonesia sangat penting bagi sumber oba dan makanan manusia dimassa depan.”
            “Semoga kita bisa bersama-sama membuka keajaiban dan hara rahasia hutan hijau. Semoga rahasia hutan hijau yang tadinya kabur, berubah menjadi terang benderang. Kita berubah dari GREEN BLURR, menjadi GREEN CLEAR. Ayo kita tanam dan pelihara pohon mulai sekarang.”
            Itulah pesan-pesan yang disampaikan oleh Menteri Kehuanan Republik Indonesia yaitu Bapak Zulkifli Hasan, untuk kita semua. Maka ayo kita jaga lingkungan dan hidupkan kembali hutan-hutan yang elah mulai punah. Agar kita semua terhindar dari bencana yang tidak diinginkan.
            Pada talkshow yang kedua, membahas tentang bagaimana cara menuju ekonomi hijau pada hutan berbasis masyarakat dengan SVLK. Bersama-sama dengan pemerintah organisasi SVLK membangun lagi kehidupan hutan bersama dengan masyarakat. Beberapa tujuan yang diungkapkan oleh Bapak Sumarto yaitu:
1.      Program harus bisa meningkakan sumber daya alam
2.      Program harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat
3.      Program harus bisa meningkatkan kapasitas building
4.      Program harus yang tidak ada pencemaran baik ekosistem dan lingkungan
5.      Program harus bisa meningkatkan devisa Negara
            Semua program ini sedang dilaksanakan oleh pemerintah dan pihak SVLK. Yaitu dengan aksi 3M, Melihat, Mendapat Informasi, dan Melakukan.
            Aspek ekonomi hijau sangat sangat bagus untuk berbisnis. Semakin banyak tanam pohon, maka akan semakin sejahtera kehidupan rakyat. Ir. Sumarto selaku Ketua Humas Kementrian Kehutanan berpesan gunakanlah kayu hutan yang kita punya sebaik mungkin.
            Celah yang harus diperbaiki dan langkah apa yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia adalah:
1.      Pembenahan system yang ada selama ini,
2.      Perbaikan management untuk pelaku usaha dan singkirkan oknum-oknum yang tidak penting, dan
3.      Harus lebih perduli akan sumber daya yang ada saat ini
            Itulah kesimpulan dari hasil talkshow yang kedua, membahas tentang cara menuju ekonomi hijau pada hutan berbasis masyarakat dengan SVLK.
            Talkshow yang ketiga yaitu pemberdayaan masyarakat dengan Iptek kehutanan, membahas tentang upaya peningkatan kualitas murbei dan kokon ulat sutera Bombyx Mori L. dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat oleh Dra. Lincah Andadari, MSi. Persuteraan alam terbagi 2 yaitu Morikultur dan Serikultur. Faktor keberhasilan pemeliharaan ulat yaitu daun murbei yang cukup kualitas dan kuantitas (38% prod &kualitass kokon). Untuk pengembangan tanaman murbei di Indonesia, litbanghut juga turut membantu dalam penyediaan stek murbei. PPUS Candiroto : Jawa Sumatera dan PPUS Soppeng : Sulawesi, NTB, NTT, Irian (daerah kering). Bibit ulat sutera sebaiknya jenis bivoltin, hebrid jepang x Cina, pesanan secepat mungkin dan sampaikan tanggal pemesanan, dikirim 5 hari pertama inkubasi atau diambil oleh pemesan, begitu sampai di tempat pemeliharaan, segera disebarkan merata pada kotak inkubasi.
            Upaya litbanghut terhadap pemberdayaan masyarakat
1.      Bekerja sama dengan petani Jawa Barat dalam pembudidayaan
2.      Member kesempatan pelatihan dan magang mahasiswa dan petani sutera tentang pemeliharaan kebun murbei dan budidaya ulat sutera.
3.      Melakukan pembinaan kepada para petani sutera dengan cara mengunjungi lokasi-lokasi petani sutera agar dapat memproduksi kokon yang baik dan berkualitas.
Strategi Pengembangan
1.      Pemberdayaan Masyarakat
2.      Pengembangan Kemitraan
3.      Peningkatan Daya Saing
            Itulah yang dijelaskan oleh para pembicara pada talkshow ketiga. Dan setelah itu kami kembali ke kampus karena waktu kami tidak memungkinkan lagi untuk menunggu talkshow terakhir.
            Banyak sekali yang kita dapatkan saat berkunjung ke Stand-stand yang ada dalam pameran tersebut . Booklet, brosur, cidera mata dan masih banyak lagi kita dapat, diberikan secara free. Kita juga beberapa kali bermain dengan hewan-hewan yang dipertunjukkan disana seperti burung langka, ular, kuda laut dan masih banyak lagi. Stand yang ada disana adalah lebih dari 70 Stand. Maka dari itu kami tidak bosan untuk berkunjung ke stand 1 per 1. Kami juga ikut berpartisipasi dalam pembuatan kain tapis di stand Lampung. Dan masih banyak hal yang kami lakukan di masing-masing stand yang ada, karena mereka mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebelum pulang kami juga diberikan bibit pohon yang diberikan free dan boleh bawa berapa saja. Saya saja kemarin bawa 7 pohon buat saya tanam di kampus tercinta saya. Sekian sampai disini dulu informasi yang saya dapatkan. Next time saya akan memberikan informasi lebih menarik lagi. Terimakasih.

 Berikut adalh foto-foto saya dan yang lain saat berkunjung ke stand yang ada di pameran.













foto bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia





























mencoba teh hitam asli dari Sumatera Selatan





























































  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indahnya Melestarikan Alam Sekitar




Pada tanggal 27 Februari 2012, aku bersama keluarga kecilku “Texas Family” dan Ibu tercinta kami Bu Derinta Entas berkunjung ke tempat yang sangat sejuk dengan suasana yang damai. Satu daerah pepohonan ditengah kota besar yaitu kota depok yang beralamatkan di Jl. Muhasan II, Desa Meruyung, Cinere-Limo, Depok. Aksesnya sangat mudah untuk ditempuh, kalau dari tol fatmawati dapat ditempuh sekitar 14 km dan bisa menggunakan kendaraan roda 4 maupun roda 2. Banyak  jenis pohon yang tumbuh dengan subur di kampung 99 seperti Pohon Jati putih, Karet, Maja, Trembesi, Rengas, Kemang, dan masih banyak pohon-pohon langka lainnya. Selain itu di kampung ini juga memelihara rusa jenis Timorensis, diambil dari Lampung yang sengaja dikembangbiakkan. Kampung ini juga menyediakan bakso rusa yang dapat dinikmati langsung di tempat, carcade atau teh Arab, dan susu kambing jahe yang bisa dibawa pulang dengan harga terjangkau. pengunjung pun bisa mencoba untuk menginap di rumah kayu yang terdapat di kampung ini dengan tarif yang sesuai dengan fasilitasnya. Tempat ini belum seberapa terekspos dengan luas. Belum banyak orang yang tahu akan keberadaan kampung ini. Hanya dari mulut ke mulutlah tempat ini makin meluas infonya dan juga semakin banyak yang mengunjungi.

Udara yang saat ini semakin buruk karena polusi udara dan debu-debu di kota yang semakin hari semakin meningkat mengakibatkan kita yang hidup di kota jarang sekali mendapatkan udara segar. Untuk mendapatkan udara yang sejuk dan segar tentunya kita harus semestinya bisa menjaga lingkungan sekitar kita, seperti penanaman pohon, penghijauan lingkungan, menciptakan hutan kota, dan apapun hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian alam.

Seperti halnya yang dilakukan oleh para warga Kampung 99 Pepohonan, mereka adalah sekumpulan beberapa keluarga yang hidup dan bertempat tinggal di kampong ini. Mereka sangat bersahabat dengan alam. Mereka melakukan aktifitas sehari-hari dengan selalu menjadikan alam sebagai bagian dari kehidupan mereka, sehingga mereka sadar akan kewajiban yang memang semestinya dilakukan oleh semua manusia yang hidup di dunia ini. Mereka menjaga pohon sekeliling mereka, menanam pepohonan hutan, memelihara ternak (sapi, kambing, kerbau, domba, rusa) dan berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat bagi alam kita ini.

Saya sangat kagum ketika mendengar cerita dari Ibu Santi yang juga tinggal di kampung 99, beliau beserta seluruh keluarga yang tinggal disitu sangat mencintai alam. Mereka beranggapan Tuhan telah ciptakan alam ini untuk kita bisa saling menjaga dan merawatnya sebaik mungkin, agar kelangsungan hidup dapat selalu terjaga dengan baik.

Kampung ini adalah milik pribadi masyarakat yang tinggal disana. Mereka punya sesepuh yang bernama Eddy Djamaluddin Suaidy selaku Abi mereka. Tujuan dari Abi membangun kampung ini adalah untuk membangun kehidupan lebih baik dan ingin hidup sehat. Kalau lingkungan sehat maka manusia akan hidup dan tumbuh dengan sehat.  Kampung ini mempunyai konsep yang sangat bagus yaitu Kembali Ke Alam, dengan maksud semua yang ada di dunia ini akan kembali kealam. Pada awalnya kampung ini hanya dihuni oleh 10 keluarga tapi saat ini sudah dihuni oleh 24 keluarga. Warga kampung 99 Pepohonan selalu memanfaatkan alam untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.
Kampung 99 Pepohonan  memproduksi sendiri semua kebutuhan sehari-hari mereka, seperti beras bebas, pupuk, roti tanpa pengawet, keju, susu, madu, sayur-mayur, yogurt, dan ikan. Semua yang ada di Kampung 99 Pepohonan tidak ada yang terbuang sia-sia. Telur keong emas dan remah-remah sisa pembuatan roti pun mereka jadikan pallet untuk makanan ikan di kolam mereka. Daun-daun untuk makanan rusa dan dijadikan kompos, yang kini selain dipakai sendiri juga sudah dijual. Ranting-ranting kayu untuk kayu bakar. Kotoran ternak dijadikan pupuk tanaman. Tulang-tulang ikan, ayam, bekas- makanan, dikumpulkan untuk makan ikan bawal. Mereka juga memproduksi produk-produk seperti beras, madu, ikan, cuka apel, sayuran, yogurt, beras, madu, cuka apel, ikan, sayuran dan masih banyak yang lainnya. Setelah melakukan kunjungan, kita bisa membawa oleh-oleh produk asli hasil dari kampung 99. Untuk buah tangan atau oleh-oleh, Kampung 99 Pepohonan menjual yoghurt dari berbagai macam buah seperti sukun, kiwi, orange, strawberry, anggur, produk olahan makanan seperti nugget ikan, tempura udang, lumpia ikan,dll.


Dari segi namanya sendiri mempunyai makna yang sangat berharga yaitu “Kampung 99 Pepohonan”. Angka 99 sendiri diambil dari angka yang paling tertinggi di sistematik matematika yaitu 9, dengan maksud mereka ingin memperbaiki alam dengan sebaik mungkin. Inilah yang seharusnya kita dapat contoh dari apa yang mereka lakukan untuk alam sebagai karunia dari Tuhan Semesta Alam. Kita harus bisa juga menjaga dan melindungi alam, karena bagaimanapun alamlah yang selama ini memberikan manusia kehidupan yang baik. Seperti sandang, pangan papan, dan kebutuhan lainnya banyak yang mengambil dari alam sekitar kita kan?. Bagaimana kita bisa menjaga kelangsungan antara 2 komponen tersebut yaitu manusia dengan alam yang bisa saling menguntungkan. Alangkah luar biasa jika seluruh umat manusia sadar akan kelangsungan alam sekitar seperti apa yang dilakukan oleh warga Kampung 99 Pepohonan Depok.
Saya ingin sekali bisa menggerakkan orang-orang yang berada di kawasan kumuh dan jarang sekali pepohonan untuk sadar dan bergerak melakukan hal-hal yang bisa mengembalikan keselerasian alam kita. Mulai sekarang kita bisa donk tentunya menanam pohon yang bisa melestarikan alam kita. Lakukanlah sekarang maka kita akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.












  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indahnya Melestarikan Alam Sekitar



“Texas Family”
Pada tanggal 27 Februari 2012, aku bersama keluarga kecilku “Texas Family” dan Ibu tercinta kami Bu Derinta Entas berkunjung ke tempat yang sangat sejuk dengan suasana yang damai. Satu daerah pepohonan ditengah kota besar yaitu kota depok yang beralamatkan di Jl. Muhasan II, Desa Meruyung, Cinere-Limo, Depok. Aksesnya sangat mudah untuk ditempuh, kalau dari tol fatmawati dapat ditempuh sekitar 14 km dan bisa menggunakan kendaraan roda 4 maupun roda 2. Banyak  jenis pohon yang tumbuh dengan subur di kampung 99 seperti Pohon Jati putih, Karet, Maja, Trembesi, Rengas, Kemang, dan masih banyak pohon-pohon langka lainnya. Selain itu di kampung ini juga memelihara rusa jenis Timorensis, diambil dari Lampung yang sengaja dikembangbiakkan. Kampung ini juga menyediakan bakso rusa yang dapat dinikmati langsung di tempat, carcade atau teh Arab, dan susu kambing jahe yang bisa dibawa pulang dengan harga terjangkau. pengunjung pun bisa mencoba untuk menginap di rumah kayu yang terdapat di kampung ini dengan tarif yang sesuai dengan fasilitasnya. Tempat ini belum seberapa terekspos dengan luas. Belum banyak orang yang tahu akan keberadaan kampung ini. Hanya dari mulut ke mulutlah tempat ini makin meluas infonya dan juga semakin banyak yang mengunjungi.
“Suasana saat makan di Restauran Kampung 99 Pepohonan”
Udara yang saat ini semakin buruk karena polusi udara dan debu-debu di kota yang semakin hari semakin meningkat mengakibatkan kita yang hidup di kota jarang sekali mendapatkan udara segar. Untuk mendapatkan udara yang sejuk dan segar tentunya kita harus semestinya bisa menjaga lingkungan sekitar kita, seperti penanaman pohon, penghijauan lingkungan, menciptakan hutan kota, dan apapun hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian alam.
“Suasana Kampung 99 Pepohonan”
Seperti halnya yang dilakukan oleh para warga Kampung 99 Pepohonan, mereka adalah sekumpulan beberapa keluarga yang hidup dan bertempat tinggal di kampong ini. Mereka sangat bersahabat dengan alam. Mereka melakukan aktifitas sehari-hari dengan selalu menjadikan alam sebagai bagian dari kehidupan mereka, sehingga mereka sadar akan kewajiban yang memang semestinya dilakukan oleh semua manusia yang hidup di dunia ini. Mereka menjaga pohon sekeliling mereka, menanam pepohonan hutan, memelihara ternak (sapi, kambing, kerbau, domba, rusa) dan berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat bagi alam kita ini.
“Ibu kami tercinta Bu Derinta”
Saya sangat kagum ketika mendengar cerita dari Ibu Santi yang juga tinggal di kampung 99, beliau beserta seluruh keluarga yang tinggal disitu sangat mencintai alam. Mereka beranggapan Tuhan telah ciptakan alam ini untuk kita bisa saling menjaga dan merawatnya sebaik mungkin, agar kelangsungan hidup dapat selalu terjaga dengan baik.
“Suasana ketika sesi penjelasan tentang kampung 99 pepohonan”
Kampung ini adalah milik pribadi masyarakat yang tinggal disana. Mereka punya sesepuh yang bernama Eddy Djamaluddin Suaidy selaku Abi mereka. Tujuan dari Abi membangun kampung ini adalah untuk membangun kehidupan lebih baik dan ingin hidup sehat. Kalau lingkungan sehat maka manusia akan hidup dan tumbuh dengan sehat.  Kampung ini mempunyai konsep yang sangat bagus yaitu Kembali Ke Alam, dengan maksud semua yang ada di dunia ini akan kembali kealam. Pada awalnya kampung ini hanya dihuni oleh 10 keluarga tapi saat ini sudah dihuni oleh 24 keluarga. Warga kampung 99 Pepohonan selalu memanfaatkan alam untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.
“Foto bersama Abi”
Kampung 99 Pepohonan  memproduksi sendiri semua kebutuhan sehari-hari mereka, seperti beras bebas, pupuk, roti tanpa pengawet, keju, susu, madu, sayur-mayur, yogurt, dan ikan. Semua yang ada di Kampung 99 Pepohonan tidak ada yang terbuang sia-sia. Telur keong emas dan remah-remah sisa pembuatan roti pun mereka jadikan pallet untuk makanan ikan di kolam mereka. Daun-daun untuk makanan rusa dan dijadikan kompos, yang kini selain dipakai sendiri juga sudah dijual. Ranting-ranting kayu untuk kayu bakar. Kotoran ternak dijadikan pupuk tanaman. Tulang-tulang ikan, ayam, bekas- makanan, dikumpulkan untuk makan ikan bawal. Mereka juga memproduksi produk-produk seperti beras, madu, ikan, cuka apel, sayuran, yogurt, beras, madu, cuka apel, ikan, sayuran dan masih banyak yang lainnya. Setelah melakukan kunjungan, kita bisa membawa oleh-oleh produk asli hasil dari kampung 99. Untuk buah tangan atau oleh-oleh, Kampung 99 Pepohonan menjual yoghurt dari berbagai macam buah seperti sukun, kiwi, orange, strawberry, anggur, produk olahan makanan seperti nugget ikan, tempura udang, lumpia ikan,dll.

“Produk di kampung 99”
Dari segi namanya sendiri mempunyai makna yang sangat berharga yaitu “Kampung 99 Pepohonan”. Angka 99 sendiri diambil dari angka yang paling tertinggi di sistematik matematika yaitu 9, dengan maksud mereka ingin memperbaiki alam dengan sebaik mungkin. Inilah yang seharusnya kita dapat contoh dari apa yang mereka lakukan untuk alam sebagai karunia dari Tuhan Semesta Alam. Kita harus bisa juga menjaga dan melindungi alam, karena bagaimanapun alamlah yang selama ini memberikan manusia kehidupan yang baik. Seperti sandang, pangan papan, dan kebutuhan lainnya banyak yang mengambil dari alam sekitar kita kan?. Bagaimana kita bisa menjaga kelangsungan antara 2 komponen tersebut yaitu manusia dengan alam yang bisa saling menguntungkan. Alangkah luar biasa jika seluruh umat manusia sadar akan kelangsungan alam sekitar seperti apa yang dilakukan oleh warga Kampung 99 Pepohonan Depok.
Saya ingin sekali bisa menggerakkan orang-orang yang berada di kawasan kumuh dan jarang sekali pepohonan untuk sadar dan bergerak melakukan hal-hal yang bisa mengembalikan keselerasian alam kita. Mulai sekarang kita bisa donk tentunya menanam pohon yang bisa melestarikan alam kita. Lakukanlah sekarang maka kita akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Otobiografi

Assalamu Alaikum wr.wb.
Nama saya Dewi Prasetyawati. Biasa di panggil Dewi. Saya lahir tepat pada hari ibu yaitu pada tanggal 22 desember 1993. Di salah satu kota kecil yang berada di provinsi lampung Indonesia. Saya seorang muslim. Saya tinggal bersama keluarga di rumah kecil tapi penuh kebahagiaan. Pada saat kelahiranku, ayahku adalah seorang guru yang paling disegani oleh semua orang. Saya anak terakhir dari 4 bersaudara. Jarak umurku dengan saudara ke 3, yaitu kakak perempuanku tidak jauh, hanya 1 tahun. Namanya kak Tri. Sewaktu kecil, kami sering dipanggil anak kembar, karena pada saat itu memang muka kami berdua tidak jauh berbeda. Tingginya juga sama. Hanya terlihat berbeda diwarna kulit. Kulit kak Tri lebih gelap dibandingkan aku. Tapi setelah beranjak dewasa, wajah dan tubuh kami jauh berbeda. Badanku lebih tinggi darinya. Dan dia sangat pintar dibandingkan dengan aku. Dari kecil sampai sekarang kami berdua masih sering dibanding-bandingkan antara kelebihan dan kekurangan di antara kami. Tapi itu bukan menjadi masalah bagi kami. Kami sangat menghargai perbedaan sifat maupun watak kami. Sesekali kami bertengkar, tapi tidak lebih dari 1 jam, kami sudah akur lagi. Berbeda dengan saudara pertamaku, yaitu kakak laki-lakiku yang bernama kak Budi. Aku dengan kak Budi tidak pernah akur. Selalu saja aku buat dia marah. Baik itu ulahku maupun ketidaksengajaanku. Kak budi punya seorang adik perempuan yaitu kak Metri. Kak metri adalah saudara perempuanku yang ke 2. Dia saat ini sudah mempunyai suami yang bernama kak muhadi dan sudah mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Galih Ilmawan. Galih adalah ponakanku satu-satunya. Dia anak yang tidak akan pernah salah dikeluarga kami. Kalaupun dia berbuat salah dan membuat kesal, wajar karena dia masih anak kecil. Umurnya baru 3 tahun, dan aku sangat menyayanginya. Salah satu alasan aku ingin pulang kerumah adalah karena aku rindu dengan Galih. Dia sangat menggemaskan. Galih lebih dekat dengan neneknya dibandingkan dengan ibunya sendiri. Neneknya Galih adalah Ibuku.
Nama ibuku ibu pawit. Ibu saya sudah menjadi single parent sejak saya umur 10 bulan. Ibu selalu memberikan aku kasih sayang yang tiada pernah habisnya. Ibu yang merawatku sejak aku masih kecil hingga saat ini aku mulai dewasa, mengurusku sekaligus menjadi ayah bagiku. Berat untuk ibuku, tapi beliau jalankan dengan ikhlas karna Allah SWT. Tangannya lembut, pelukannya hangat, pandangan matanya penuh dengan doa. Aku tak akan pernah bosan untuk selalu mendoakan ibu ku. Karna beliaulah aku mampu bertahan untuk selalu menjalankan kehidupan sampai sekarang. Ibu hanya inginkan yang terbaik untukku. Menjadi anak yang sholeha dan taat kepada Allah SWT, menjadi kebanggaan beliau, menjadi seseorang yang sukses, menjadi seseorang yang berguna bagi semua orang, dan menjadi yang terbaik. Itulah segelintir kata-kata doa dari beliau utukku. Ridho beliau selalu menyertaiku dan aku yakin Allah SWT juga meridhoi setiap langkahku. Karna ridho Ibu adalah ridho Allah SWT. Aku percaya dan yakin, aku bisa membahagiakan ibuku kelak dan memberikan yang terbaik untuk beliau. Salah satunya bisa berangkat ke Mekah untuk beribadah naik haji dan berziarah ke makan Rasul. Itulah salah satu impianku. Amin
Nama ayah ku sudiyono. Beliaulah yang memberikan aku hadiah terindah yaitu sebuah nama bermakna. Aku juga selalu berdoa untuk beliau agar diberikan tempat terindah di sisi Allah SWT. Sejak aku mulai mengerti keberadaan seorang ayah, aku selalu bertanya-tanya dalam hati, dimanakah ayahku berada? Bagaimana caranya agar rasa kasih sayang seorang ayah bisa aku rasakan?. Karna yang aku tahu saat itu hanya ibuku lah yang selalu ada di sampingku. Dan menenangkanku saat aku merasa sedih dan merasa kesepian.
Sering kali aku melihat teman-teman ku semasa aku masih duduk di bangku sekolah dasar, mereka selalu dijemput saat pulang sekolah dengan ayah mereka, mereka yang selalu bercerita tentang ayahnya masing-masing, saat sebelum tidur dan saat mereka ditemani ketika sedang belajar di rumah. Rasanya ingin sekali aku bisa juga merasakan hal yang sama dengan mereka. Tapi apa daya, ibuku sangat mencintai almarhum ayahku. Bagi beliau cukup sekali beliau merasakan jatuh cinta kepada seorang laki-laki untuk yang pertama dan yang terakhir kali di hidupnya yaitu dengan ayahku. Ibuku adalah seorang wanita yang sangat setia. Padahal saat itu banyak laki-laki yang berusaha dekat dengan ibuku. Tapi tak ada satupun yang berhasil. Aku masih ingat wajah-wajah itu. Dan sampai saat ini aku masih sering ingin merasakan kasih sayang seorang ayah. Tapi mungkin itu hanya angan yang tidak mungkin bisa aku dapatkan.
Untuk menghibur diriku sendiri, aku biasanya melakukan hal-hal yang aku sukai. Seperti berkumpul dengan sahabat-sahabat, berenang, jalan-jalan, memasak, baca buku, menulis, karaoke, menari, nemenin galih memancing ikan, eurobik, bersepeda saat sore hari, melamun sendiri dan tidur.
Aku sering berkumpul bersama sahabat-sahabat yang aku sayangi, salah satunya adalah Compact Class. Compact adalah kepanjangan dari Community of Pal Accomodation & Tourism. Yang mempunyai arti komunitas sahabat akomodasi dan pariwisata. Itu adalah nama yang aku buat untuk kelas kami sewaktu sekolah di SMK.  Makan bersama, bercanda gurau, belajar bersama,  membuat keonaran, berdiskusi, bertukar fikiran, mencari tempat untuk bisa menjerit “Aaaaaaarrrggghhh”, dan tertawa bersama, itulah yang biasa kami lakukan bersama-sama. Dan kami juga sering melakukan hobi kami. Salah satunya yaitu berenang.
Aku mulai belajar renang sejak aku kelas 3 SD, sampai sekarang masih dalam proses belajar. Hanya sekedar hobi untuk menghibur diri sendiri. Pernah aku tenggelam di kolam karena kehabisan nafas saat berenang, beruntung temanku cepat menolongku. Kalau tidak, mungkin saja aku sudah tidak ada disini. Tapi aku tidak pernah takut untuk melakukannya lagi. Karena aku percaya hidup dan mati hanya Allah SWT yang menentukan. Selain itu aku juga suka memasak. Bukan ahli tapi sekedar bisa saja. Belum lama ini aku coba mengikuti lomba memasak bersama teman-teman di sekolahku sekarang. Dibandingkan  memasak, aku lebih suka makan. Makanan yang aku suka adalah sayur asem buatan ibuku di rumah. Dihidangkan berdampingan dengan sambal merah, ikan asin, ayam goreng, dan sedikit kerupuk udang. Sedap sekali. Saat aku dan sahabat-sahabat UPW pergi ke Kampung Budaya Sindang Barang, makan siang yang disajikan mengingatkan aku dengan masakan ibu. Aku rindu.
Banyak hobiku, seperti menari aku juga suka. Waktu di bangku Sekolah Menengah Pertama, aku sering ikut lomba menari di kotaku, tapi keluargaku tidak suka melihatku menari. Jadi aku tinggalkan saja.
Selain itu aku suka membaca buku, tapi bukan buku materi kuliah, melainkan buku-buku motivasi diri. Seperti Spirit of Success yang ditulis oleh Brian Tracy, How to Have a Beautiful Mind, yang ditulis oleh Edward De Bono, Sukses dengan Kekuatan Abjad yang ditulis oleh Endra Handiyana yang berisikan tentang 26 kata powerfull menuju sukses, dan buku Kekuatan Motivasi yang berisikan kumpulan motivasi yang di tulis oleh orang-orang hebat diseluruh dunia, salah satunya adalah kalimat yang ditulis oleh Helen Keller “Jadilah orang yang ceria. Jangan berfikir tentang kegagalan hari ini, tetapi berfikirlah tentang kesuksesan yang bisa saja datang esok hari. Kau telah menghadapkan dirimu pada tugas yang berat, tetapi kau akan berhasil jika kau tetap teguh, dan kau akan merasakan kenikmatan dapat mengatasi segala rintangan. Ingatlah, tak ada usaha yang hilang atau sia-sia dalam mencapai sesuatu yang indah”. Aku juga suka membaca buku-buku psikologi seperti buku yang berjudul Dahsyatnya berperasaan positif yang berisikan tentang bagaimana cara mengelola kekuatan perasaan untuk meningkatkan ketenangan dan kesuksesan, yang ditulis oleh maestro motivator muslim di dunia, yaitu Dr. Ibrahim Elfiky, dia berkata “dengan positive feeling otomatis positive thinking akan ikut. Dan, kalau keduanya bersinergi hasilnya akan sangat dahsyat”. Dia juga menulis buku yang berjudul Terapi berfikir positif, tapi aku belum baca karena harga bukunya mahal. Sebenarnya keinginanku dulu ingin menjadi seorang psikolog dan motivator, tapi belum bisa tercapai. Aku ingin bisa mengenali setiap karakteristik seseorang. Aku ingin bisa memberikan solusi terbaik bagi setiap orang yang membutuhkan jalan keluar bagi masalah mereka. Aku ingin menyembuhkan orang-orang yang jiwanya sakit. Aku ingin menjadi seseorang yang berguna walau hanya lewat kata-kata. Dulu aku sempat ingin kuliah di Universitas lalu ambil jurusan psikologi. Belum saja aku mencoba tes snmptn dengan pilihan UI dan UGM, keterbatasan biaya jadi penghalangku untuk bisa kuliah. Saat itu aku berfikir aku akan bersabar. Mungkin aku harus bekerja dulu agar tahun depan bisa mencoba dan bisa kuliah dengan hasil kerjaku sendiri. Tapi ternyata aku mendapat kesempatan untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Bandar Lampung dan diterima di jurusan Arsitektur, karena aku juga termasuk orang yang suka desain rumah. Dan aku juga pernah berfikir ingin menjadi Arsitektur yang hebat. Sudah susah payah aku menjalankan tes tertulis dan tes wawancara, ternyata Ibuku berkata tidak saat sudah aku ajak ke kampus yang termasuk dalam Universitas terbaik di Lampung itu. Aku tidak pernah protes apapun yang dikatakan oleh Ibuku, sekalipun aku ingin sekali bisa bersekolah lagi. Walaupun Ibu tidak memberikan alasan kenapa beliau berkata tidak, aku hanya berkata baiklah bu, aku akan menuruti apapun perkataan ibu. Dan ibu menyuruhku untuk bekerja terlebih dulu di kotaku. Dengan hati yang tabah aku bisa menerima semua itu. Tidak lama aku mendapatkan pekerjaan di Kantor Telekomunikasi Indonesia yang berada di kotaku. Aku mendapatkan pekerjaan bagian administrasi dan menangani berbagai pendaftaran produk Speedy. Semua aku lakukan dengan ikhlas. Dan aku masih selalu berusaha mencari beasiswa lewat Internet. Termasuk Sekolah Tinggi Akutansi Negara juga sudah aku coba. Tapi Allah SWT belum menghendaki. Baiklah aku akan bersabar dan terus bekerja. Dulu aku sering berkata kepada sahabat-sabahatku dan guruku sewaktu aku masih duduk di bangku SMK, “Aku harus bisa melanjutkan sekolah sampai setinggi mungkin, sekalipun aku belum bisa kuliah tahun ini, tahun depan aku harus bisa kuliah, kalau tidak bisa lagi, tahun depannya lagi aku harus bisa”. Aku selalu berkata keinginanku itu. Jadi setiap ada info tentang beasiswa kuliah, sahabat dan guruku selalu memberitahukan aku. Sampai pada akhirnya sahabatku yang bernama Hermanto dan biasa aku panggil dengan sebutan Bat(panggilan persahabatan kami), dan dia memanggilku Sow, digabungkan menjadi Sowbat yang berarti sahabat. Bat memberi informasi tentang beasiswa STP SAHID, dia tahu dari guru perhotelan kami yang paling cantik bernama Bu Rahma. Lalu aku dan Bat menyiapkankan semua persyaratan-persyaratan yang di ajukan oleh STP SAHID, seperti Ijazah, SKHU, Raport, transkip nilai, sertifikat-sertifikat kejuaraan yang pernah diperoleh. Semua disiapkan menjadi satu map dan siap untuk dikirim. Selain Bat, dua sahabatku juga mengajukan diri yaitu Teguh dan Novia. Namun mereka berdua belum mendapatkan kesempatan untuk diterima. Sedangkan aku dan bat diterima untuk melanjutkan sekolah di STP SAHID Jakarta. Namun ternyata sebelum info kami terima, ternyata Bat sudah melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi yang ada di kotaku. Bat lebih memilih disana. Baiklah, semua orang berhak menentukan pilihan yang terbaik. Padahal aku berharap kami bisa saling membantu jika sudah sekolah disini. Banyak cita-cita kami yang belum tercapai.
Kalau sudah bosan baca buku, aku suka menulis apa saja yang ada difikiranku. Aku suka menulis harapan-harapan aku dimasa depan. Seperti impian-impianku yang aku tuliskan di atap kamarku, lewat bintang-bintang harapan. Aku juga sering mendengarkan musik dan bernyanyi, salah satunya lagu dari Brouno Mars yang I wanna be a billionaire, so fricking bed by I love the thinks I never had. I wanna be on the cover of for magazine, smile next to Oprah and the Queen… lagunya yang berjudul Billionaire. Aku sangat suka lagu itu, karena membangkitkan semangat dan musiknya asik. Selain itu aku juga suka lagu-lagu yang bisa membuat badan menari, seperti lagu dari Black Eyes Peas yang berjudul The Time, lagu-lagu dari Flo Rida, Pitbull, M2m, Brithney spears, Lenka, Impao yang berjudul Party rock athem dan masih banyak lagi. Lagu dari Negara lain seperti dari korea dan jepang aku juga suka tapi tidak banyak. Seperti lagu yang berjudul dream high yang dinyanyikan oleh Taechyeon, Suzy, Ui, dan Joo dari korea. Kalo dari jepang aku suka lagu buat ibu aku yang judulnya mirai e yang dinyanyikan oleh Kiroro.
Lagu mirei e mengingatkan aku waktu masih SMK, aku dan compact class sering bernyanyi bersama di depan semua warga sekolah, menyanyikan lagu ini.
Dulu aku termasuk anak yang aktif. Semua kegiatan yang ada di sekolah aku ikuti, seperti OSIS, Pramuka, Paskib, MPK, Rohis, dan exskul lainnya. Bahkan kegiatan di luar sekolah aku ikuti seperti komunitas DAUN (Daur Ulang) di kotaku. Semua kegiatan yang aku anggap bermanfaat untuk diriku dan orang lain aku ikuti. Sampai akhirnya aku terpilih sebagai Ketua OSIS I. Mendapat tugas  dan tanggung jawab yang harus aku laksanakan. Semua aku lakukan dengan semangat. Tapi aku tidak pernah lupa dengan kewajibanku yang paling utama yaitu sebagai seorang siswa. Dan Alhamdulillah sekarang aku sudah menjadi mahasiswa yang Insya ALLAH bisa mewujudkan semua impian-impianku kelak. Salah satu impian aku yang aku sebutkan dalam daftar impianku yang ke 81 yaitu bisa memperkenalkan budaya Indonesia ke seluruh dunia. Aku udah tulis semua impian aku di bintang impian. Kalau semua dijumlahin ada 99 impian, sengaja aku buat sama dengan jumlah Asmaul Husna. Aku selalu berdoa agar Allah SWT mengabulkan semua impianku dan sahabat-sahabatku. Karena aku tahu, tidak mungkin aku mendapatkan kessuksesan dengan sendiri. Pasti sahabat-sahabatku juga menjadi orang yang sukses.
Great Success, Through a Positive Mental Attitude.
Look into something of positive value. Trust and believe Allah SWT will grant all our prayers. Amin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS